Selasa, 21 April 2015

Kegiatan Penyuluhan PMR SMP Negeri 3 Purbalingga

MAKANAN B3AH UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK 
Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI. Anggota Palang Merah Remaja yang berusia antara 12-15 tahun atau setingkat SMP/MTs/sederajat disebut PMR Madya. PMR Madya berfungsi memberi dukungan, bantuan, dan semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan keterampilan hidup sehat, membangun dan mengembangkan karakter PMR yang berpedoman pada prinsip kepalangmerahan untuk menjadi relawan masa depan.

PMR memiliki Tri Bhakti PMR. Yaitu :
1.     Meningkatkan keterampilan hidup sehat
2.    Berkarya dan berbakti di masyarakat         
3.    Mempererat persahabatan nasional dan internasional 

Kegiatan penyuluhan “makanan B3AH untuk hidup yang lebih baik” ini, membahas lebih lanjut tentang salah satu Tri Bhakti PMR, yaitu “meningkatkan keterampilan hidup sehat  =>  bersih, dan sehat.”. Sebenarnya, apa itu B3AH? B3AH adalah singkatan dari Beragam, Bergizi, Berimbang, Aman, dan Halal.

BERAGAM, artinya tidak hanya satu ragam makanan saja yang kita konsumsi. Makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus beragam.

B yang kedua adalah BERGIZI. Maksudnya, makanan yang kita konsumsi, harus mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat gizi itu terdiri dari zat makro (karbohidrat, protein, dan lemak) yang berfungsi sebagai zat tenaga, pembangun, dan cadangan makanan. Serta zat mikro (vitamin, dan mineral) yang berfungsi sebagai pengatur.

Selanjutnya, BERIMBANG. Asupan (konsumsi) zat gizi harus seimbang dengan kebutuhan tubuh. Jumlah dan waktu makan serta makanan yang kita konsumsi sehari-hari seperti makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah, dan mungkin juga susu kalau diperlukan, harus berimbang. Dalam kehidupan sehari hari, hal itu sering kita dengar dengan 4 sehat 5 sempurna.

AMAN, yaitu makanan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, makanan yang kita konsumsi juga harus bersih.

Yang terakhir, HALAL. Halal ini tidak hanya berlaku untuk pemeluk agama Islam, penganut kepercayaan lain, seperti kristen, katholik, hindu, dan budha juga sebaiknya memperhatikan hal ini, karena, makanan yang halal bisa meminimalisir kemungkinan terserang penyakit akibat mengonsumsinya. Sedangkan makanan haram biasanya lebih banyak mendatangkan kerugian, contohnya, pada daging babi terdapat cacing pita yang berbahaya.

Banyak di antara kita yang sudah tahu makanan/minuman yang baik secara teori, tetapi pada prakteknya, kita sering kali melupakan hal-hal diatas. Kita sering sekali mengonsumsi makanan/minuman yang berbahaya bagi tubuh. salah satunya adalah makanan/minuman dalam kemasan. Makanan/minuman ini biasanya mengandung zat kimia yang mempunyai dampak negatif bagi tubuh. zat itu antara lain pemanis, pewarna, penyedap rasa, dan pengawet buatan.

Salah satu pemanis buatan yang sering kita dengar adalah sakarin, dan aspartam. Pemanis buatan ini digunakan untuk memberi rasa manis pada makanan. Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa membuat pemakai mengalami diabetes, atau obesitas. Untuk mengantisipasinya, kita sebaiknya menggunakan pemanis seperlunya, dan tidak terlalu sering mengonsumsi makanan/minuman yang mengandung pemanis buatan.

Selanjutnya adalah pewarna, pewarna ditambahkan agar makanan semakin menarik dan membuat kita berminat untuk mengonsumsinya. pewarna makanan alami contohnya :

Daun suji untuk warna hijau, Kunir untuk warna kuning, Daun jati untuk warna merah.

Sedangkan contoh pewarna buatan adalah tartrazine untuk warna kuning. Salah satu penyakit akibat mengonsumsi pewarna buatan adalah kanker. Maka dari itu, hindari makanan yang mengandung pewarna buatan. Dan sebisa mungkin, gunakan pewarna makanan alami untuk makanan/minuman kita.

Yang ketiga adalah penyedap rasa, untuk menguatkan rasa pada makanan, biasanya orang-orang menambahkan penyedap rasa untuk membuat makanan mereka lebih sedap/enak. Salah satu jenis penyedap rasa buatan adalah monosodium glutamate (MSG). dampak negative dari pemakaian MSG adalah :

    1. menyebabkan penyakit kanker
    2. penyebab penyakit chinnese restaurant syndrome
    3. gangguan asam lambung

Itulah beberapa dampak negatif dari pemakaian MSG, maka dari itu, apabila kita ingin menggunakan penyedap rasa buatan, gunakan seperlunya saja, atau kita gunakan penyedap alami seperti garam, merica, bawang, dan daun salam.

   Terakhir adalah pengawet. Pengawet digunakan untuk mengawetkan makanan, membuat makanan dapat bertahan lebih lama, menghambat pembusukan pada makanan. Bahan pengawet yang tidak semestinya digunakan, tetapi sering ditambahkan oleh pedagang yang tidak mau rugi adalah boraks, dan formalin. Boraks ditambahkan pada bakso, sedangkan formalin digunakan pada tahu, dan ikan asin. Pengawet alami contohnya adalah garam digunakan untuk mengawetkan ikan asin secara alami, kunyit digunakan untuk mengawetkan tahu atau nasi kuning secara alami agar tidak cepat basi, gula untuk mengawetkan makanan seperti manisan.

0 Komentar
Komentar
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Contact : smpn3purbalingga@gmail